Dana BOS Nyaris Rp1 Miliar di SMAN 1 Air Naningan Diduga “Raib” di Balik Renovasi Minim, Publik: Uangnya Ke Mana?

MITRWARTA.COM, Tanggamus — Dugaan skandal pengelolaan Dana BOS mengguncang SMAN 1 Air Naningan. Sekolah yang kini dipimpin Hairani itu menjadi sasaran sorotan tajam masyarakat setelah anggaran pendidikan yang nilainya disebut hampir mencapai Rp1 miliar diduga tidak tercermin pada kondisi fisik bangunan sekolah.

Yang paling menyita perhatian publik adalah anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp172.948.400. Nilai yang fantastis tersebut kini dipertanyakan banyak pihak lantaran hasil renovasi di lapangan disebut hanya terlihat seperti pekerjaan tambal sulam.

Pantauan awak media di lokasi memunculkan tanda tanya besar. Pekerjaan yang tampak hanya berupa penambalan lantai laboratorium dan penggantian sebagian kecil plafon triplek. Bahkan informasi yang beredar menyebut plafon yang diperbaiki hanya beberapa lembar saja.

Kondisi itu sontak memicu kemarahan publik. Banyak pihak mempertanyakan ke mana sebenarnya aliran dana ratusan juta rupiah tersebut. Sebab, hasil pekerjaan yang terlihat dinilai jauh dari kata layak untuk ukuran anggaran hampir Rp173 juta.

Tak berhenti di situ, dugaan lain pun mulai bermunculan. Lantai yang ditunjukkan pihak sekolah kepada awak media bahkan disebut-sebut merupakan pekerjaan lama yang telah dikerjakan pada tahun sebelumnya. Jika dugaan itu benar, maka publik menilai persoalan ini bukan lagi sekadar kelalaian administrasi, melainkan sudah mengarah pada dugaan penyimpangan serius penggunaan anggaran negara.

Ironisnya, saat hendak dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026), Hairani tidak berada di tempat. Klarifikasi hanya disampaikan oleh humas sekolah, Wilis.

“Yang direnovasi lantai LAB dan plafon, termasuk penggantian keramik tiga ruang kelas,” ujarnya singkat.

Namun jawaban tersebut justru membuat kecurigaan masyarakat semakin membesar. Pasalnya, publik menilai penjelasan itu belum mampu menjawab rincian penggunaan dana yang nilainya sangat besar.

Di tengah mencuatnya dugaan tersebut, sejumlah persoalan lama di sekolah itu kembali diseret ke permukaan. Mulai dari dugaan pungutan parkir kendaraan, kepemimpinan yang disebut otoriter, pembangunan ruang kelas baru yang dinilai tertutup, hingga pos satpam yang disebut sering kosong.

Kini masyarakat mendesak aparat penegak hukum, inspektorat, dan dinas terkait segera turun tangan melakukan audit total terhadap penggunaan Dana BOS di SMAN 1 Air Naningan. Warga meminta seluruh penggunaan anggaran dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan dugaan liar di tengah masyarakat.

“Kalau memang anggarannya besar, mana hasilnya? Jangan sampai dana pendidikan yang seharusnya untuk kepentingan siswa justru jadi bancakan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah dan aparat penegak hukum. Jika benar ditemukan adanya penyimpangan, masyarakat meminta kasus tersebut dibongkar sampai tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi. ( Redaksi )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *