MITRAWARTA.COM, Pringsewu – Mengambil momentum peringatan Hari Kartini sekaligus merayakan hari jadinya yang ke-27, organisasi Pita Putih Indonesia (PPI) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Refleksi Semangat Kartini dalam Memutus Rantai Pernikahan Remaja dan Komplikasi Maternal” pada Rabu (13/5/2026).
Acara yang digelar secara daring (online) ini menjadi ruang diskusi krusial untuk menyoroti masih tingginya angka pernikahan usia dini yang berdampak langsung pada risiko kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 700 peserta, yang terdiri dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Webinar ini menghadirkan empat narasumber kompeten yang memberikan perspektif mendalam terkait kebijakan dan solusi teknis di lapangan.
dr. Panco Kaslam – Konsultan Kesehatan Reproduksi Pita Putih Indonesia (PPI),
dr. Lovely Daisy, – Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
Bidan Eros Rosita – Praktisi Kebidanan dan Aktivis Kesehatan.
Poin Utama Diskusi
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa semangat juang Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan harus diwujudkan melalui perlindungan kesehatan reproduksi.
Pernikahan remaja dinilai sebagai faktor hulu yang memicu berbagai komplikasi maternal (kehamilan dan persalinan) karena ketidaksiapan fisik maupun mental.
“Memutus rantai pernikahan remaja bukan hanya tugas sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab lintas sektoral untuk memastikan masa depan generasi bangsa yang lebih berkualitas,” ujar salah satu panelis dalam diskusi tersebut.
Dua Dekade Lebih Pita Putih Indonesia
Perayaan HUT ke-27 ini menjadi tonggak sejarah bagi pita putih Indonesia (PPI) untuk terus konsisten mendampingi ibu dan anak di Indonesia.
Melalui webinar ini, pita putih Indonesia (PPI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat edukasi di tingkat komunitas dan mendorong kebijakan yang berpihak pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).
Pita Putih Indonesia (PPI) berharap melalui refleksi semangat Kartini ini, seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama untuk menghentikan praktik pernikahan dini yang kerap menjadi akar persoalan kesehatan ibu di tanah air.
Pita Putih Indonesia (PPI) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada kampanye nasional dan advokasi untuk keselamatan ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta kesehatan reproduksi remaja di Indonesia.
(Nunu)















