Indeks

Dugaan Skandal Oknum Guru–Dosen di Pesawaran Makin Membara! Isu Hubungan Terlarang hingga Aborsi Disebut Mengendap Bertahun-Tahun, Institusi Dinilai Tutup Mata

MitraWarta.Com

Pesawaran – Dugaan skandal yang menyeret seorang oknum tenaga pendidik di Kabupaten Pesawaran kini kian memanas dan menyita perhatian publik. Sosok berinisial SR (dikenal sebagai Rifka), yang mengajar di MTs Aulima Nusantara sekaligus tercatat sebagai dosen di STIT Multazam Cabang Pesawaran, tengah diterpa isu serius yang mengguncang kepercayaan masyarakat.

Seorang warga, Ormayati, mengungkapkan bahwa dugaan hubungan gelap yang melibatkan SR bukanlah persoalan baru. Ia menyebut, isu tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan diduga sejak tahun 2019 hingga 2026 tanpa penyelesaian yang jelas.

“Ini sudah lama sekali. Bahkan dulu sempat ada pengakuan bahwa mereka sudah menikah,” ujar Ormayati.

Namun pernyataan itu berbanding terbalik dengan pengakuan yang disebut pernah disampaikan langsung oleh SR, yang justru mengaku belum menikah. Perbedaan keterangan ini memicu spekulasi luas di tengah masyarakat.

Tak berhenti di situ, Ormayati juga melontarkan klaim yang jauh lebih serius. Ia menyebut adanya dugaan pengakuan dari SR terkait tindakan menggugurkan kandungan hingga tiga kali, yang diduga berkaitan dengan hubungan tersebut. Klaim ini langsung menyulut kemarahan publik, mengingat status SR sebagai pendidik yang seharusnya menjadi teladan.

Merasa tak mendapat kejelasan, Ormayati mengaku telah melayangkan laporan resmi kepada pihak yayasan dan kampus. Namun hingga kini, SR disebut masih aktif menjalankan aktivitas mengajar seperti biasa.

“Sudah saya laporkan, tapi tidak ada tindakan nyata. Ini yang membuat kami kecewa,” tegasnya.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya sikap pasif bahkan pembiaran dari pihak institusi pendidikan. Di tengah sorotan publik, transparansi dan ketegasan justru dinilai belum terlihat.

Saat dikonfirmasi pada Kamis (30/4/2026), SR hanya memberikan pernyataan singkat yang dinilai tidak menjawab substansi persoalan.

“Semua salah, biarkan orang mau apa,” ucapnya.

Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada pihak kampus, termasuk pendiri STIT Multazam, Dr. H. Pausi, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Sementara itu, pihak MTs Aulima Nusantara hanya menyarankan agar pihak terkait melakukan pertemuan langsung dengan yayasan, tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Kini, publik menunggu sikap tegas dari lembaga pendidikan terkait. Dugaan yang berlarut-larut tanpa kejelasan dinilai berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan itu sendiri.

Jika benar terbukti, kasus ini bukan hanya menyangkut persoalan pribadi, melainkan juga integritas moral dan tanggung jawab profesi yang dipertaruhkan.

( Redaksi )

Exit mobile version